Usus buntu dalam soal anatomi yaitu kantung yang terhubung ke penyerapan dan usus besar usus menanjak sisi dari usus besar. Organ ini ditemukan pada mamalia, burung, dan reptil. Kebanyakan herbivora memiliki sekum yang besar, sedangkan karnivora eksklusif memiliki sekum yang kecil, yang beberapa atau seluruhnya digantikan oleh usus buntu.
Appendicitis adalah nama penyakit yang menyerang usus buntu. Appendicitis berlangsung saat appendix, nama lain dari usus buntu sudah meradang dan membuatnya rawan pecah, ini termasuk darurat medis serius. Operasi dilakukan untuk pengobatan radang usus yang membengkak.
Makan Berserat
Radang usus yaitu satu alasan karena penyumbatan yang dikarenakan oleh tinja (feses) yang menumpuk. Dengan makanan berserat sistem pencernaan akan lancar dan kotoran tak keras hingga tak menyumbat usus.
Jangan Tahan Jika Merasa Akan Buang Air Besar
Beberapa hal remeh seperti mengadakan gerakan usus bisa menyebabkan usus buntu. Bila menahan buang air besar, maka akan mengakibatkan penumpukan kotoran bisa menyumbat usus yang meningkatkan resiko radang usus buntu.
Banyak Minum Air Putih
Minum delapan gelas air satu hari bisa menopang Anda untuk mencegah terjadinya radang usus buntu. Terlebih bila Anda bekerja selama berjam-jam di depan komputer harus sediakan air putih di dekat Anda.
Gejala-gejala Penyakit Usus Buntu :
-Rasa Nyeri pada perut sisi tengah selalu berlanjut sisi perut kanan bawah sperti penyakit maag.
-Nyeri itu akan berdampah parah hanya dalam hitungan jam, terlebih bila keadaan tubuh dalam situasi bergerak atau ada otot2 sekitar perut yang erkontraksi, misalnya waktu bernapas, bersin, dan batuk.
-Mual dan seringkali dibarengi muntah karena mual dan kehilangan selera makan.
-Diare dan dapat pula sembelit dan susah untuk buang angin.
-Demam dengan tingkat keparahan ringan.
-Ada lebam di ruang perut.
Untuk meyakinkan apakah gejala-gejala itu adalah indikasi usus buntu, pihak medis biasanya melakukan investigasi untuk meyakinkan diagnosis. Investigasi biasanya dilakukan dengan USG perut, kontrol radiologis, dan tes laboratorium dan urine.
Pada pemeriksaan urin, kontrol dilakukan dengan melihat apakah jumlah leukosit atau eritrosit dalam lampiran melampaui batas normal atau tak. Jumlah keunggulan eristrosit dan leukosit bisa menunjukkan peradangan usus buntu.
Diambil dari sumber : polahidupsehat. web. id

0 komentar:
Posting Komentar