Sebaiknya Baca Baik baik Artikel Penting Ini, WASPADALAH!!! JANGAN MENELPON TERLALU LAMA, Ini Penjelasannya!! Yaitu Dapat Merusak Otak, Syaraf dan Kesehatan


Bahaya menelpon terlalu lama untuk kesehatan sangatlah berbahaya untuk kesehatan terlebih otak manusia serta syaraf. Komunikasi yaitu suatu kesibukan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk mengemukakan serta menerima informasi. Untuk melakukan komunikasi ini, dua orang itu sebaiknya bertemu serta mengkomunikasikan apa yang ingin di sampaikan. 

Walau demikian, dengan perubahan teknologi komunikasi yang semakin hari semakin canggih, komunikasi bisa dilakukan tanpa harus bertatap muka secara langsung dengan lawan bicara. Teknologi bernama telpon genggam ini saat ini sudah menjadi bagian hidup dari beberapa orang karena mereka bisa berkomunikasi dengan seseorang yang jauh. 

Cara berkomunikasi lewat telepon genggam pun beragam, dapat melalui SMS atau menelpon lawan bicara secara langsung. Dari kedua cara di atas, ternyata menelpon seringkali digunakan karena dikira lebih efektif dalam mengemukakan serta menerima informasi. Oleh karena itu, tak mengherankan bahwa sekarang ini, bertelpon ria menjadi hobi serta hal yang harus dilakukan banyak orang. Walau demikian, ternyata, beraktivitas yang satu ini memiliki efek buruk terhadap kesehatan karena menelpon dapat menyebabkan beragam penyakit berbahaya untuk tubuh. 

1. Kanker otak 
Bahaya menelpon terlalu lama yang pertama yaitu efek kanker. Kanker adalah salah satu penyakit mematikan didunia. Telah ada jutaan orang yang meninggal disebabkan penyakit yang satu ini. Lalu, salah satu kanker yang banyak terkena adalah kanker otak. Menurut riset, salah satu penyebab kanker otak yaitu penggunaan telpon genggam untuk menelpon dalam jangka waktu yang lama. 

Seperti yang sudah di ketahui, telpon genggam memiliki radiasi yang berbahaya untuk tubuh. Radiasi inilah yang mengakibatkan sel-sel kanker berkembang. Karena waktu menelpon seorang harus menempelkan telponnya di telinga, maka radiasi dari telpon genggam sangat dekat dengan kepala hingga radiasi yang dipancarkan akan sangat mempengaruhi otak. 

Kemungkinan kanker otak ini setiap orangnya berbeda tergantung pada usia si pengguna serta intensitas seorang beraktivitas menelpon. Dalam hal ini, semakin muda si pengguna, maka akan semakin tinggi pula kemungkinan kanker otak. Dalam suatu riset mengatakan bahwa kemungkinan kanker 400% lebih berbahaya pada anak-anak serta remaja. Sedangkan untuk orang dewasa, kemungkinan kanker otak ini sebesar 10%. 

Tetapi, sayangnya, saat ini anak-anak pun sudah menggunakan telpon genggam sebagai alat komunikasi mereka. Lalu, bila anak-anak ini sudah menggunakan telpon genggam dari kecil, maka kemungkinan terserang penyakit ini akan semakin tinggi. Selain usia, intensitas menelpon pun menjadi hal yang sebaiknya di perhatikan karena intensitas tinggi dalam menelpon akan semakin menyebabkan ada sel kanker otak yang berkembang. 

2. Tumor otak 
Selain kanker otak, tumor otak menjadi penyakit lain yang dikarenakan oleh kebiasaan menelpon dengan intensitas tinggi kurun waktu yang lama. Sel tumor ini sebenarnya hampir sama dengan sel kanker otak yakni akan sangat cepat berkembang bila sel itu dipicu oleh gelombang radiasi yang terpancar secara segera ke otak saat si pengguna menempatkan telpin genggamnya di telinga. Bahayanya adalah ada satu tumor otak yang dimaksud dengan acoustic neuroma yang bisa mengakibatkan rusaknya pendengaran seseorang hingga menjadi tuli atau tidak bisa mendengar lagi. 

3. Kanker kelenjar air ludah 
Tidak hanya kanker otak saja yang dikarenakan oleh radiasi ponsel waktu menelpon, kanker lain seperti kanker di kelenjar air ludah adalah kanker yang kedua. Kanker ini dapar terjadi karena pemakaian ponsel di daerah sekitar telinga pasti akan mempengaruhi area di sekitar telinga termasuk juga kelenjar air ludah. Maka dari itu, penggunaan ponsel yang semakin sering dilakukan akan membuat seseorang terkena kanker kelenjar air ludah. 

4. Stress 
Ternyata, menurut riset, beraktivitas menelpon dengan intensitas tinggi bisa meningkatkan hormon kortisol, hormon yang akan membuat tingkat stress seorang bertambah. Tetapi, dengan hormon kortisol yang semakin bertambah, maka akan ada penambahan stress pada seorang. Lalu, stress ini adalah satu diantara meningkatnya penyakit pencernaan serta penyakit lain yang menyerang tubuh. Jadi, saat seorang terpapar radiasi ponsel, maka orang itu akan lebih berisiko terserang stress yang nanti bisa menyebabkan penyakit lain pada tubuh. 

5. Menurunnya kekebalan tubuh 
Dalam suatu riset, radiasi yang terpancar saat seorang menggunakan ponsel untuk menelpon sant tinggi, serta radiasi itu akan mempengaruhi produksi hormon melatonin. Hormon ini adalah hormon yang mengatur kekebalan tubuh seseorang. Jadi, menurunnya hormon melatonin dalam tubuh membuat menurunnya daya tahan tubuh pada serangan penyakit. 

Bila hal ini terjadi, seseorang akan lebih mudah terkena penyakit, mulai dari penyakit enteng sampai penyakit yang berbahaya seperti kanker. Selain itu, dalam jangka waktu yang panjang, kekurangan hormon ini juga dapat mengakibatkan masalah pada tulang serta persendian yang nanti bisa menyebabkan penyakit rematik. 

6. Rusaknya sistem syaraf 
Sama seperti seperti bahaya menempatkan ponsel dibawah bantal, Ternyata, menelpon sangat berbahaya untuk kesehatan sistem syaraf pada otak. Medan magnetik yang terpancar dari ponsel akan mempengaruhi sistem syaraf otak. Bila aktivitas menelpon ini sering dilakukan, bukanlah hal yang mustahil bila sistem syaraf pada otak akan rusak permanen yang dapat mempercepat kepikunan seorang. Selain menelepon, ada beberapa kesibukan yang bisa berdampak pada rusaknya syaraf, berikut beberapa di antaranya. 

-Begadang malam 
-Alkohol 
-Narkoba 
-Bulimia 
-Ekstasi 
-Ganja. 

Cara Meminimalisir Resiko Bahaya Menelepon 

Karena kemungkinan dari pemakaian ponsel waktu menelpon ini sangat berbahaya, maka, untuk menghindari atau setidaknya meminimalkan efek buruk dari kesibukan menelpon, ada cara-cara yang bisa dilakukan seperti pada penjelasan tersebut. 

1. Menggunakan aksesoris ponsel 
Waktu tengah menelpon, penggunaan aksesoris ponsel misalnya headset, earphone, handsfree serta speakerphone adalah langkah yang pas. Dengan menggunakan aksesoris itu, saat tengah menelpon, seseorang tak harus menempatkan ponselnya di telinga secara langsung hingga paparan radiasi dari ponsel yang di terima bisa diminimalisir karena jarak ponsel tidak akan terlalu dekat dengan daerah kepala yang bisa membahayakan kesehatan otak.

2. Pelajari ponsel sebelum dibeli 
Bila akan membeli ponsel, pelajari dulu perihal berbagai macam hal dari ponsel itu termasuk radiasi yang dipancarkan. Dengan tahu besar kecilnya radiasi ponsel yang akan dibeli, seseorang dapat lebih waspada dalam menggunakan ponselnya untuk menelpon. Lalu, untuk mengurangi dampak beresiko dari menelpon, lebih baik pilihlah ponsel dengan paparan radiasi yang rendah. 

3. Menggunakan telinga kanan dan kiri dengan cara bergantian 
Untuk orang yang suka atau hobi bertelpon ria dalam waktu yang lama, sebaiknya jangan menggunakan salah satu telinga saja. Akan lebih baik bila waktu menelpon, seorang menggunakan telinga kanan serta kiri secara bergantian agar radiasi yang terpapar tak mengumpul di salah satu sisi telinga. Atau, dapat pula bila telinga sebelah kanan telah cukup lelah, maka pindahlah ponsel ke telinga kiri. 

4. Jangan terlalu sering menelpon 
Lalu, cara yang paling sederhana untuk dilakukan agar terlepas dari kemungkinan penyakit berbahaya diatas adalah dengan mengurangi intensitas menelpon yang berarti adalah jangan terlalu sering beraktivitas ini. Menelponlah bila memang ada sesuatu yang penting saja, serta jangan menelpon bila tak ada hal utama yang perlu dibicarakan. Dengan melakukan hal ini, kemungkinan penyakit yang dikarenakan oleh kesibukan menelpon juga bisa di minimalisir. 

5. Via sms 
Hal alternatif lain yang bisa dilakukan untuk mengurangi efek dari menelpon adalah dengan ber-sms. Sama seperti dengan menelpon, seseorang juga dapat berkomunikasi dengan lancar melalui sms. Jadi, memilih sms dari pada menelpon yaitu ketentuan yang cukup bijak karena dengan ber-sms, radiasi yang akan di terima akan lebih sedikit bila dibandingkan menelpon. 

6. Lihat sinyal ponsel 
Sebelum menelpon, mengecek sinyal pada ponsel adalah hal yang perlu dilakukan. Hal ini disebabkan karena waktu sinyal ponsel rendah, ponsel akan bekerja lebih keras hingga radiasi yang dipancarkan pun akan semakin besar. Keadaan ini jelas sangat berbahaya untuk kesehatan karena bila seorang sering menelpon dengan tanda rendah, orang itu akan beresiko lebjh tinggi terkena penyakit disebabkan menelpon seperti yang sudah diterangkan diatas. 

7. Jangan menelpon saat ponsel sedang di isi dayanya 
Beberapa orang beralasan bahwa mereka harus secepatnya menghubungi seorang hingga mereka menelpon saat ponsel sedang di isi dayanya. Tetapi, ternyata, ponsel yang tengah di isi dayanya akan mengeluarkan radiasi yang semakin besar, apabila digunakan untuk menelpon, radiasi yang besar itu akan semakin besar lagi. Sudah pasti, hal ini sangat berbahaya karena kemungkinan terserang kanker otak serta penyakit yang lain akan semakin tinggi juga. 

8. Menjauhkan ponsel sebelum tersambung 
Saat tengah menelpon, sebaiknya ponsel sedikit dijauhkan saat telpon belum tersambung. Ketika ponsel belum tersambung, radiasi yang dihasilkan posel cenderung akan bertambah hingga ini akan berbahaya untuk kesehatan. Oleh karenanya, tunggu telpon tersambung lebih dulu, kemudian barulah ponsel dapat diletakkan pada telinga. 

Dari penjelasan diatas, itulah beberapa efek buruk dari kesibukan menelpon terlalu lama serta cara-cara mengatasinya. Semua cara di atas sebaiknya dilakukan agar kemungkinan terkena penyakit seperti kanker dan tumor otak bisa lebih diminimalisir.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar